Indeks Harga Saham Gabungan Berpotensi Menguat pada Perdagangan Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 April 2018 - 08:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat pada perdagangan Senin (09/04/2018) setelah mengalami penurunan 0,13% ke posisi 6.175 pada akhir pekan lalu.

“Pergerakan IHSG pada awal pekan ini diprediksi bakal menguat sekaligus menuju proses kenaikan jangka menengah dan jangka panjang,” ujar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Senin (09/04/2018).

William menilai, IHSG telah mampu mempertahankan level support dan juga telah teruji dengan baik, sehingga pola kenaikan jangka pendek mulai terlihat.

“Di samping itu, dimulainya kembali aliran dana masuk (capital inflow) diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG yang pada transaksi sebelumnya berada dalam tren penurunan minor.

William mengemukakan, IHSG kini memiliki titik support di posisi 6.081 yang akan dipertahankan agar dapat menembus titik resistensi di level 6.368. Karena itu, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi menguat.

Dengan adanya potensi tren kenaikan pada perdagangan hari ini, demikian William, maka para pelaku pasar disarankan untuk memainkan saham-saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

“Jangan lupa pula untuk mencermati PT Astra International Tbk (ASII), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN),” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →