Indah Prakasa Sentosa Tawarkan Saham Rp276 per Unit Lewat PUPS

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 April 2018 - 13:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Indah Prakasa Sentosa, perusahaan logistik dan distribusi energi, akan menawarkan dan mencatatkan saham-sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

Harga penawaran saham perseroan sebelumnya diindikasikan antara Rp240-290 per unit pada tahap bookbuilding. Akan tetapi, manajemen perseroan akhirnya sepakat untuk menetapkan harga pelaksanaan PUPS tersebut sebesar Rp276 per unit.

Menurut prospektus yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (03/04/2018), perseroan dalam PUPS tersebut menawarkan 150 juta unit saham dibandingkan rencana sebelumnya sebanyak 200 juta unit saham. Tota saham yang ditawarkan itu mencapai sekitar 28,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan demikian, perseroan melalui PUPS ini berpotensi meraih dana segar sekitar Rp41,4 miliar. Manajemen perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun PT Panca Global Sekuritas dan PT Binaartha Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek.

“Sekitar 56% dari dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja, sisanya 44% untuk mengakuisisi PT Jono Gas Pejagalan,” ujar Adreanus Tatang, General Manager Financial and Tax PT Indah Prakarsa Sentosa.

Adreanus mengungkapkan, manajemen perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp600 miliar pada tahun ini dengan marjin laba antara 5-7%. Melalui akusisi PT Jono Gas Pejagalan, perseroan diharapkan memperoleh tambahan laba antara Rp4-5 miliar per tahun. Itu diharapkan dapat membantu mencapai target tahunan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →