APIKI: Dampak Kasus Mackarel Semakin Tak Terkendali

Oleh : Hariyanto | Senin, 02 April 2018 - 20:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) menilai penetapan BPOM terhadap kasus ikan kaleng yang mengandung cacing membuat situasi semakin tak terkendali.

"Setelah hampir sepekan penetapan BPOM terhadap status produk ikan kaleng mengandung cacing mati anisakis, dengan perintah penarikan dari pasar dan pemusnahan, ternyata situasi makin tidak terkendali, " kata Sekjen APIKI, Ady Surya, Senin (2/4/2018).

Menurut Ady, pokok masalah yang sebenarnya terjadi pada bacth tertentu dari produk ikan kaleng mackarel, menjadi berdampak luas dan liar solah-olah seperti sudah terjadi bencana karena makan ikan kaleng.

"Sebagain perusahaan retail menurunkan semua produk ikan kaleng baik mackerel, sardine, bahkan tuna, dengan alasan desakan petugas dan tidak mau ambil resiko," kata Ady.

Bahkan, lanjut Ady, di Medan diberitakan pihak ritail grosir memutuskan hubungan bisnis dengan distributor ikan kaleng. "Kesannya seolah olah darurat konsumen seperti sudah terjadi korban jiwa karena makan ikan dalam kaleng," tambahnya.

Ady menilai, kondisi ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, yang bisa mengarah pada penghancuran industri pengalengan ikan di Indonesia yang merupakan industri padat karya dan mainstream industry perikanan dunia.

"Siapa yang bertanggung jawab terhadap perkembangan liar dan dampak social ekonomi yang timbul nantinya. Industri pengalengan tidak akan bisa menjual produksi di negeri sendiri dan ujungnya menghentikan produksi dan PHK karyawan," kata Ady.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →