Di Yogyakarta, Menperin Airlangga Ditantang Gosok Cincin Nikahnya

Oleh : Ridwan | Minggu, 01 April 2018 - 08:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Yogyakarta, Dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta (29/3/2018), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyempatkan diri melihat produksi kerajinan perak di Showroom HS Silver.

Saat melihat hasil produksi, Airlangga ditantang oleh salah satu pengrajin untuk mencuci cincin nikahnya dengan menggunakan sabun tradisional dari buah lerak.

Fungsi buah lerak ini bisa membersihkan kembali perhiasan perak yang sudah kusam, dan juga biasa dipakai untuk mencuci batik.

Begitu direndam beberapa saat dan digosok, tak berselang lama hanya dalam hitungan detik, pengrajin perak itu kembali menyerahkan cincin ke Airlangga. Hasilnya, cincin tersebut berkilau kembali.

"Karena kalau rusak nanti dimarahi bojo (istri)," kelakar Airlangga sambil menunjukkan cincinnya yang terlihat seperti memantulkan cahaya.

Kekhawatiran Airlangga jika cincinnya tersebut akan rusak jika setelah digosok tidak terbukti. Ia justru dibuat heran karena cincin pernikahannya berubah lebih bersih seperti saat masih baru dan merasa puas dengan polesan pengrajin perak tersebut.

"Wah, beneran jadi berkilau, kayak baru," ungkapnya.

Airlangga juga berkomentar ketika melihat pengrajin perak menyusun benang filigreeke dalam perhiasan. "Seperti ini yang tidak bisa dilakukan secara digital. Kalau dibuat digital, perempuan juga pasti tidak mau pakai," ucapnya.

Didampingi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti serta Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan, Menperin serius melihat proses patri yang menggunakan serbuk perak, pembuatan benang perak, pengelasan perak, hingga proses perebusan supaya warna perak kembali cerah.

Sekedar informasi, produk-produk HS Silver telah mampu menembus pasar ekspor, antara lain ke negara-negara Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Serikat.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →