Investor Timur Tengah Incar Bank Muamalat

Oleh : Wiyanto | Kamis, 29 Maret 2018 - 14:12 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Muamalat sampai saat ini masih terus berjuang untuk mendapatkan pemodal baru. Sebabanya pemodal lama tidak bisa lagi menyuntikan lagi dananya karena terbentur aturan yang berlaku di Islamic Development Bank (IDB).

Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, menyebutkan, sebagai regulator tetap memfasilitasi kepentingan Bank Muamalat guna mendapatkan 'jodoh'-nya.

"Memang proses baru berjalan. Kita fasilitasi kalau ada partner baru bicara dengan pemilik lama. Kalau ada minat ya bicara dulu. Kalau cocok pasti akan datang ke kita," kata dia di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio permodalan Bank Muamalat tercatat 11,58% per September 2017. Sementara, likuiditas Bank Muamalat yang ditunjukkan oleh Financing to Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 86,14% atau membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 96,47%. 

Oleh karena itu, lanjut dia, OJK menanti hasil 'taaruf' Bank Muamalat dengan calon pembelianya selesai. Pihaknya tidak bisa memaksa calon tertentu harus mau. Setidaknya ada calon dari Timur Tengah juga yang mengintai Bank Muamalat.

"Ada beberapa calon investor deketin pemilik lama, sebelum sepakat saya belum bisa dahului," katanya.

 

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →