Buka IFW 2018, Dirjen IKM Sebut Industri Fesyen Nasional Punya Daya Saing Tinggi di Pasar Internasional

Oleh : Ridwan | Rabu, 28 Maret 2018 - 15:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri fashion yang merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional.

Industri fesyen dalam negeri telah menyumbang kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 3,76 persen, dengan nilai ekspor pada tahun 2017 mencapai USD 13,29 milyar, telah meningkat 8,7 persen dari tahun sebelumnya.

"Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan menunjukan bahwa industri fesyen nasional memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional,” tutur Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam acara pembukaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Gati mengatakan, di tengah persaingan yang semakin kompetitif, industri fesyen harus terus didorong sehingga mampu bertahan dan meningkatkan market share lndonesia di pasar internasional yang saat ini baru mencapai 1,6 persen. 

Dalam hal ini Kemenperin melalui Ditjen IKM terus berupaya mendorong pertumbuhan industri fesyen nasional.

"Upaya-upaya yang dilakukan antara lain penumbuhan wirausaha baru, penerapan SNI, penguatan pendidikan vokasi industri fesyen yang tersertifikasi SKKNI, fasilitasi kemudahan KUR, restrukturisasi mesin/peralatan, fasilitas promosi, pendampingan tenaga ahli desain, peningkatan kompetensi SDM serta penguatan branding produk fesyen untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk dalam negeri," jelas Gati.

Untuk memperluas jangkauan pasar produk fesyen, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang telah dilaunching sejak tahun 2016. ”Kami telah bermitra dengan lima marketplace, yaitu Shoppe, Bukalapak, Tokopedia, Belanja.com dan Blibli," ungkapnya.

"Pada tahun 2017 kamit telah melakukan workshop e-Smart IKM kepada 1.730 IKM dan pada tahun 2018 ini kami akan melakukan workshop serupa pada 4.000 IKM. Kami berharap para peserta IFW 2018 dapat masuk ke dalam program e-Smart IKM ini,” tutur Gati.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →