Laba Bersih Multi Bintang Indonesia Tumbuh 35% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 28 Maret 2018 - 12:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), produsen bir yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), meraih laba bersih Rp1,32 triliun (Rp627 per saham) pada 2017, tumbuh 34,8% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp979,23 miliar (Rp466 per saham).

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan perseroan pada 2017 sebesar 3,68% menjadi Rp3,38 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,26 triliun.

Penjualan perseroan pada 2017 dikontribusikan oleh penjualan minuman berakohol sebesar Rp3,04 triliun dan penjualan minuman non-alkohol senilai Rp340,21 miliar.

Jika dibandingkan dengan realisasi pada 2016 sebesar Rp2,87 triliun, maka penjualan minuman berakolhol perseroan pada tahun lalu mengalami kenaikan 5,92%. Adapun penjualan minuman non-alkohol pada 2017 turun 11,24% dibandingkan pada 2016 sebesar Rp383,29 miliar.

Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Senin (26/03/2018), produk bir Heineken mengalami pertumbuhan yang cukup kuat di segmen premium pada 2017.

Perseroan selama dua tahun berturut-turut hingga 2017 meningkatkan distribusi bir hingga 10% secara nasional, khususnya kota-kota besar, sebagai bagian dari strategi untuk melayani laju urbanisasi yang pesat di Indonesia serta untuk mengantisipasi peningkatan permintaan bir premium.

Kuatnya pertumbuhan tersebut terjadi di jalur modern on-premise, khususnya di berbagai tempat yang menyediakan Heineken Extra Cold Draught, khususnya di kalangan berpendapatan tinggi, tempat perjalanan, tempat hiburan dan rumah makan.

Seperti diketahui, sebagian besar kepemilikan saham perseroan, atau sekitar 81,78%, dikuasai oleh Heineken International dan sisanya dimiliki publik sebesar 18,22%.

Ke depan, perseroan akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas secara masif pada fasilitas produksi di Sampang Agung, Mojokerto, Jawa Timur. Rencananya, perseroan akan mengganti sistem pembotolan saat ini karena usia operasionalnya yang sudah akan berakhir dengan sistem baru yang lebih canggih.

Proyek tersebut diperkirkaan bakal rampung tahun ini. Selain itu, perseroan juga telah menggelar sebuah sarana untuk melakukan otomatisasi tenaga penjualan yang memberikan persepsi intuitif bagi manajemen perseroan secara real time mengenai pasar secara langsung di seluruh wilayah pendistribusian produk perseroan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →