YLKI Sebut Standar Keamanan Taksi Online Masih Rendah

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 23 Maret 2018 - 11:26 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir masyarakat dihadapkan pada pilihan transportasi online yang dinilai lebih mudah dan murah.Namun seiring dengan kian menggeliatnya bisnis ini, operator taksi online seakan abai dalam hal standar keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, standar keamanan dan keselamatan taksi online saat ini masih minim.

Para pengguna taksi online memiliki risiko keselamatan yang tinggi karena pengemudi bisa mendapatkan data pribadi konsumennya dengan mudah, seperti nomor telepon hingga lokasi tempat tinggalnya.

"Saya berangkat dari kasus kemarin, ketika seorang wanita bernama Siska dibunuh oleh sopir taksi online. Ini klimaks, bahwa taksi online tidak aman bagi penggunanya. Jadi kalau dulu masyarakat konsumen mengatakan naik taksi online lebih aman dan nyaman, itu sudah jadi mitos belaka,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (22/3/2018).

Selain itu, sistem taksi online tidak memiliki standar keamanan dan keselamatan yang baku. Hal itu terbukti dengan tidak disediakannya akses keluhan penumpang yang cepat tanggap, sehingga menyulitkan konsumen menyampaikan aspirasinya.

Operator taksi online pun tidak punya standar rekrutmen pengemudi yang baik, terlihat dari mentalitas para driver-nya yang buruk layaknya preman. "Ada yang ngomong sopirnya bau rokok lah, balsem, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Permenhub seharusnya mengatur lebih keras dan kuat lagi untuk bisa melindungi konsumen," tandasnya