Hari ini, IHSG Diperkirakan Bakal Lanjutkan Kenaikan di Kisaran 6.273-6.339

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Maret 2018 - 11:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini pada kisaran 6.273-6.339 setelah kemarin ditutup naik 1,1% ke posisi 6.312.

“Kenaikan sebesar 1,1% yang dialami IHSG pada perdagangan kemarin masih lebih tinggi dibandingkan penurunan sebesar 0,73% yang terjadi pada satu hari sebelumnya,” papar Reza Priyambada, analis PT Biaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Kamis (22/03/2018).

Reza mengemukakan, IHSG mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin karena pergerakannya mampu melampaui kisaran target resistensi 6.256-6.272. Adapun, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal bergerak di kisaran titik support 6.273-6.284 dan titik resistensi 6.238-6.339.

“Jika mampu kembali bergerak naik dan dapat menutup gap di kisaran 6.271-6.277, maka IHSG akan berpotensi melanjutkan kenaikan. Akan tetapi kenaikan lanjutan tersebut harus ditopang oleh peningkatan volume beli untuk mempertahankan tren,” tukas Reza.

Reza menjelaskan, kendatipun kenaikan tersebut dapat berlanjut, akan tetapi para pelaku pasar disarankan agar tetap mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) yang berpotensi menahak kenaikan IHSG selanjutnya.

“Adanya peluang kenaikan lanjutan IHSG pada perdagangan hari ini dapat direspon para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka,” imbuh Reza.

Sementara itu, Reza merekomendasikan BELI terhadapp saham-saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →