Sore ini, Sektor Infrastruktur Tekan IHSG 61 Poin ke Posisi 6.321

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 15 Maret 2018 - 22:11 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,95% atau 61 poin ke posisi 6.321 pada akhir sesi kedua perdagangan Kamis (15/03/2018) ini dibandingkan posisi di akhir perdagangan sehari sebelumnya pada level 6.382.

Penurunan IHSG tersebut disebabkan oleh penurunan harga 253 saham, terutama disebabkan oleh penurunan harga saham-saham sektor infrastruktur. Itu dapat terlihat dari indeks sektor infrastruktur yang mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 2,66% atau 30,46 poin ke posisi 1.116.

Di samping itu, sebanyak 123 saham mengalami kenaikan harga, 118 saham stagnan dan 121 saham tidak ditransaksikan sama sekali. Sedangkan IHSG sepanjang perdagnagan hari ini bergerak pada kisaran 6.316-6.372.

Total nilai transaksi perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp8,46 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler senilai Rp6,44 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp2,02 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp1,07 juta.

Adapun total volume perdagangan sebanyak 124,02 juta lot saham, hasil dari 368.990 kali transaksi. Investor asing mencatat penjualan saham bersih sebesar Rp635,17 miliar dengan volume penjualan bersih 2.26 juta lot.

Disamping saham-saham sektor infrastruktur, penurunan IHSG hari ini juga disebabkan oleh penurunan harga saham-saham sektor pertambangan dan sektor aneka industri. Disamping sektor infrastruktur, indeks pertambangan dan indeks aneka industri masing-masing tergerus 1,37% dan 1,37%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah PGAS yang harganya susut 4,56% atau Rp110 menjadi Rp2.300 per unit, INDY yang harganya tergerus 4,25% atau Rp150 menjadi Rp3.380 per unit dan PTPP yang harganya turun 3,33% atau Rp100 menjadi Rp2.900 per unit.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah GGRM yang harganya naik 2,9% atau Rp2.100 menjadi Rp74.600 per unit, LPPF yang harganya meningkat 2,68% atau Rp300 menjadi Rp11.500 per unit dan TPIA yang harganya terangkat 2,62% atau Rp150 menjadi Rp5.875 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →