Kadin Dorong Kerjasama BUMN Karya dan Swasta

Oleh : Ridwan | Rabu, 14 Maret 2018 - 16:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai akselarasi pembangunan infrastruktur perlu melibatkan kerjasama diantara perusahaan BUMN Karya dan porsi keterlibatan swasta yang lebih besar.

Pasalnya, percepatan pembangunan infrastruktur saat ini perlu diimbangi dengan sasaran pembangunan itu sendiri, yakni untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan memajukan industri konstruksi dan infrastruktur nasional.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa di sela-sela acara "Kadin Infrastructure Gathering Series" yang dilaksanakan kawasan SCBD Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, pemanfaatan dari hasil pembangunan infrastruktur adalah yang paling penting sehingga grand design pembangunan infrastruktur perlu mendapat perhatian lebih oleh pihak-pihak terkait.

"Infrastruktur adalah salah satu dari pilar ekonomi, semua yang telah dibangun kita harapkan dapat berpengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi kita. Tidak hanya itu, tetapi juga rantai pasok industri konstruksi dan infrastruktur itu harus dibangun bersama-sama melalui kerja sama BUMN dan swasta," kata Erwin.

Pada acara tersebut, Kadin membahas upaya melakukan akselerasi percepatan infrastruktur yang sedang berlangsung. Bersama BUMN dan swasta, Kadin membedah kendala-kendala yang terjadi selama ini.

"Tentunya, Kadin ingin agar peran dari swasta bisa memungkinkan untuk bisa bermitra dengan BUMN Karya agar swasta bisa ikut berperan dalam pembangunan," kata Erwin.

Dikatakan Erwin, selama ini proyek pemerintah yang strategis dan menjanjikan masih didominasi dikuasai oleh BUMN Karya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, saat ini proyek swasta mengalami penurunan dikarenakan harga pasar yang turun, begitu pula adanya tantangan pesaing dari luar.

Di sisi lain, Erwin mengungkapkan, kalau bicara infrastruktur di Indonesia sangat bermacam-macam yaitu listrik, perhubungan, migas, jalan dan sebagainya.

"Disitulah sektor-sektor yang sedang bergelut saat ini dan potensinya sangat besar," ucapnya.

Namun, lanjut Erwin, masih banyak sektor yang masih belum mampu dikelola secara matang oleh BUMN Karya.

"Di sektor perhubungan, BUMN masih belum matang, dan ini menjadi salah satu peluang bagi swasta," pungkas dia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →