Hari ini, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penurunan di Kisaran 6.382-6.442

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Maret 2018 - 10:14 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan tren penurunan perdagangan pada Rabu (14/03/2018) ini setelah kemarin ditutup turun 1,35% ke posisi 6.412.

“IHSG pada perdagangan hari ini tampaknya bakal bergerak di kisaran 6.382-6.442. Sementara itu, penurunan IHSG kemarin disebabkan oleh kegagalan indeks untuk bertahan di kisaran titik support 6.486-6.490,” papar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Rabu (14/03/2018).

Reza menuturkan, aksi jual yang terjadi kemarin disebabkan oleh kepanikan pelaku pasar sehingga kondisi itu menekan pergerakan IHSG. Kepanikan itu muncul akibat psikologi pasar yang cenderung negatif dalam menanggapi  sentimen yang ada.

Karena itu, Reza memperkirakan IHSG masih bakal cenderung melemah, kecuali jika para pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk mulai kembali mengakumulasi saham-saham pilihan mereka. Kendati demikian, pelaku pasar disarankan untuk tetap mewaspadai aksi profit taking yang muncul akibat pemanfaatan penurunan bursa saham Wall Street.

Reza mengungkapkan, di tengah potensi pelemahan lanjutan hari ini, para pelaku pasar disarankan agar mencermati saham-saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →