Kimia Farma Tawarkan Bunga Surat Utang Jangka Menengah 7,75% per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Maret 2018 - 05:01 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Kimia Farma Tbk (KAEF), emiten berstatus BUMN yang bergerak di bidang famasi, menerbitkan surat utang jangka menengah (Mid Term Notes/MTN) tahap kedua bernilai total Rp600 miliar dengan bunga 7,75% per tahun.

“Bunga MTN sebesar itu sudah sesuai dengan peringkat AA- (double minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia,” papar Honesti Basyir, Direktur Utama KAEF, di Jakarta, Senin (12/03/2018).

Honesti mengemukakan, dana hasil penerbitan MTN berjangka tiga tahun itu akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha perseroan, yaitu belanja barang modal (capital expenditure/capex) dan biaya operasional (operating expenditure/opex). Itu dilakukan melalui investasi yang dilakukan pada beberapa proyek Kimia Farma lainnya.

“Penerbitan MTN itu menguntungkan dan memberi sumber pendanaan yang lebih cepat dibanding bentuk pinjaman lainnya. Dana hasil penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas pembiayaan karena Kimia Farma saat ini sedang melakukan ekspansi usaha pada tahun ini,” papar Honesti.

Sebelumnya, manajemen Kimia Farma pada 13 September 2017 telah menerbitkan MTN tahap pertama bernilai Rp400 miliar. Itu dilakukan untuk membiayai ekspansi usaha perseroan dan refinancing beberapa utang perseroan yang memiliki tingkat bunga yang tinggi. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →