Pemerintah Perhatikan Kemampuan Bayar Utang LN

Oleh : Herry Barus | Rabu, 07 Maret 2018 - 22:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Pemerintah untuk memperhatikan kemampuan membayar utang luar negeri Negara menyusul melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS.

Bambang Soesatyo, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, (7/3/2018) mengatakan utang luar negeri Pemerintah Indonesia hingga akhir Februari 2018, mencapai Rp4.754 triliun.

"Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS, dapat berimbas pada beban membayar utang luar negeri," katanya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, meskipun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah 30 persen, tapi menurunnya kurs rupiah terhadap dolar AS, dapat berimbas pada APBN.

"Imbasnya ke pembayaran cicilan utang luar negeri yang makin membebani APBN," katanya.

Karena itu, Bambang meminta Komisi XI DPR RI mendorong Pemerintah untuk berhati-hati dalam mengelola utang negara.

Politisi yang berlatar pengusaha itu juga mengingatkan Pemerintah agar menggunakan dana hasil utang untuk sektor-sektor produktif, sehingga mampu menghasilkan penerimaan negara.

Bambang menambahkan, Kementerian Keuangan harus memperhatikan persoalan mengenai rendahnya penerimaan Negara sekaligus mencari solusinya.

"Salah satu solusinya adalah mengupayakan tercapainya target penerimaan negara dari sektor pajak," katanya.