Industri Gasifikasi Batu Bara di Indonesia Mempunyai Potensi yang Sangat Besar
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian memandang potensi pengembangan industri gasifikasi batu bara di dalam negeri masih cukup besar untuk ke depannya. Apalagi Indonesia memiliki begitu banyak batu bara yang berkalori rendah dan perlu dikonversi agar menjadi gas sintetis.
Batu bara dengan kalori rendah dapat dikembangkan untuk memproduksi gas dimetil eter yang bisa menggantikan gas liquefied petroleum gas (LPG) sehingga impor bahan baku gas tidak lagi diperlukan.
Dibutuhkan investasi sebesar Rp13 triliun untuk menghasilkan sebanyak 1.000 metrik ton turunan gasifikasi batu bara.
“Jika dihitung, dalam masa pengujian, bisa dilakukan pengubahan 100.000 ton batu bara menjadi 3.600 million metric british thermal unit (mmbtu) gas per hari" ungkap Achmad Sigit Dwiwahjono selaku Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) di Jakarta.
Investasi ini juga akan menghasilkan nilai tambah yang besar bagi industri dalam negeri karena gasnya bisa dimanfaatkan, tinggal perlu dibangun infrastrukturnya.
Pengembangan industri ini di Indonesia sebenarnya masih menarik bagi investor asing di tengah perlambatan ekonomi global. Indonesia memiliki sumber batu bara rendah kalori yang cukup besar.