AKR Corporindo Divestasi Aset di Cina Senilai Rp3,56 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 02 Maret 2018 - 08:11 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjual salah satu aset usaha perseroan di Cina, berupa lahan milik Khalista Chemical Industries Ltd seluas 99.267 meter persegi di Liuzhou Jinglan Road no 38, West Side of Ronjun Road, JinXiu Road Nort Side.

“Penjualan aset tersebut dilakukan melalui mekanisme lelang yang digelar otoritas setempat yakni Liushou Land Bureau. Lelang tersebut dimenangkan oleh Zhonghai dengan nilai transaksi sebesar RMB1,83 miliar,” papar Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA, di Jakarta, Kamis (01/03/2018).

Jika nilai tukar 1 RMB setara dengan Rp1.949, maka total nilai penjualan aset tersebut mencapai Rp3,56 triiun. Kendati demikian, AKRA tidak sendirian untuk menerima uang ini.

“Sesuai perjanjian, Khalista akan memperoleh 40% dari nilai transaksi itu atau sekitar Rp1,42 triliun sebagai kompensasi,” jelas Haryanto.

Khalista adalah anak usaha perseroan yang bisnisnya bergerak di bidang pabrikan sorbitol. Aset perusahaan tersebut dijual karena berhenti beroperasi. Divestasi aset ini adalah salah satu strategi AKRA untuk terus memusatkan perhatian pada bisnisnya di Indonesia. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →