Laba Bersih Bank Mega Tumbuh 12,26% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 01 Maret 2018 - 10:23 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatat laba bersih Rp1,30 triliun pada 2017, tumbuh 12,26% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,16 triliun. Itu berasal dari pendapatan bunga bersih yang naik tipis 0,60% dari Rp3,49 triliun akhir 2016 menjadi Rp3,51 triliun pada 2017.

“Pendapatan operasional bersih meningkat 9,08% dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,60 triliun pada 2017,” ujar Kostaman Thayib, Presiden Direktur MEGA, pada acara paparan publik di Jakarta usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (28/02/2018).

Adapun hingga akhir Desember 2017, aset perusahaan perbankan yang juga merupakan emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 16,68% menjadi Rp82,30 triliun, dari Rp70,53 triliun di periode yang sama pada 2016.

Total kredit yang disalurkan MEGA tercatat sebesar Rp35,22 triliun pada 2017, meningkat 24,56% dibandiingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp28,28 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut mencapai di atas rata-rata industri nasional.

Tingginya pertumbuhan kredit diikuti oleh kualitas kredit yang membaik, dimana NPL gross Bank Mega tercatat 2,01% pada 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 3,44%. Sedangkan NPL Net menjadi 1,41% dari sebelumnya 2,59%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 19,99% menjadi Rp61,28 triliun pada 2017 dibandingkan posisi pada 2016 bernilai Rp51,07 triliun.

“Kendati secara komposisi masih didominasi oleh deposito, namun pertumbuhan terbesar terjadi pada produk giro yang naik 42,45% menjadi Rp7,93 triliun dari sebelumnya Rp5,57 triliun,” tukas Kostaman.

Selanjutnya tabungan meningkat 2,24%, menjadi Rp10,93 triliun dari Rp10,69 triliun, serta deposito tumbuh 21,85% menjadi Rp42,42 triliun dari Rp34,82 triliun.

Sementara itu, para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan bersamaan dengan RUPST tersebut menyetujui perubahan susunan pengurus menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

1. Komisaris Utama : Chairul Tanjung
2. Wakil Komisaris Utama : Yungky Setiawan
3. Komisaris : Darmadi Sutanto
4. Komisaris Independen : Achjadi Ranuwisastra
5. Komisaris Independen : Lambock V. Nahattands
6. Komisaris Independen : Aviliani


Direksi:

1. Direktur Utama : Kostaman Thayib
2. Direktur : Madi Lazuardi
3. Direktur : Y.B Hariantono
4. Direktur : Martin Mulwanto
5. Direktur : Indivara Erni
6. Direktur : Lay Diza Larentie
7. Direktur : C. Guntur Triyudianto
8. Direktur Independen : Yuni Lastianto

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →