Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Turun ke Posisi 6.592

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 28 Februari 2018 - 13:23 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,1% atau 7 poin ke posisi 6.592 pada sesi pertama perdagangan Rabu (28/02/2018). Itu disebabkan oleh tergerusnya harga 174 saham.

Meski demikian, sebanyak 158 saham mengalami kenaikan harga, 129 saham stagnan dan 154 saham tidak ditransaksikan sama sekali. Sepanjang sisi pertama hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.564-6.599.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp4,14 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp3,65 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp478,24 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp21,44 juta.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 72,88 juta lot, hasil dari 223.240 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) bernilai Rp318,38 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 3,71 juta lot saham.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,73% atau 9,94 poin ke posisi 1.360. Kemudian disusul oleh indeks sektor keuangan dan indeks industri dasar masing-masing susut 0,5% dan 0,31%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah UNTR yang harganya tergerus 4,3% atau Rp1.575 menjadi Rp35.025 per unit, TRAM yang harganya susut 3,38% atau Rp14 menjadi Rp400 per unit dan INTP yang harganya turun 3,19% atau Rp725 menjadi Rp22.000.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah LPPF yang harganya terangkat 15,24% atau Rp1.425 menjadi Rp10.775 per unit, BSDE yang harganya naik 5,86% atau Rp105 menjadi Rp1.895 per unit dan BJBR yang harganya meningkat 2,26% atau Rp50 menjadi Rp2.260 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →