Tingkat Imbal Hasil Sukuk Negara Ritel SR-010 Ditetapkan 5,9% per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 23 Februari 2018 - 11:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Tingkat imbal hasil Sukuk Negara Ritel Seri SR-010 ditetapkan pemerintah sebesar 5,9% per tahun. Tingkat imbalan itu bersifat tetap (fixed) dan pembayarannya dilakukan pada tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran pertama kali akan dilakukan pada 10 April 2018.

Pemerintah secara resmi membuka penawaran sukuk tersebut di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode masa penawaran pada 23 Februari hingga 10 Maret 2018. Sukuk tersebut akan diterbitkan pada 21 Maret 2018.

Sukuk berjangka waktu tiga tahun yang dijamin oleh proyek-proyek APBN 2018 dan barang milik negara tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) setelah satu periode imbalan, tepatnya setelah 10 April 2018.

Para nasabah berkewarganegaraan Indonesia dapat memiliki sukuk yang diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia tersebut dengan nilai minimum pemesanan Rp 5 juta dan nilai maksimum sebesar Rp5 miliar.

Hasil penerbitan Sukuk Negara Ritel ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai proyek/kegiatan APBN 2018. Sukuk Negara Ritel adalah Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara) yang ditujukan bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI).

Pemerintah menerbitkan Sukuk Negara itu dengan tujuan untuk diversifikasi instrumen pembiayaan APBN, memperluas basis investor di pasar domestik, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah dan memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat dari savings-oriented society menuju investment-oriented society.

Di samping itu, kehadiran Sukuk Negara Ritel ini dapat memberikan alternatif investasi berbasis syariah bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →