Aplikasi Wokee Diharapkan Dapat Genjot Fee Based Income Bank Bukopin

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Februari 2018 - 10:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) meluncurkan digital platform bernama Wokee. Dengan menggunakan platform ini, nasabah tidak perlu lagi membawa kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk melakukan penarikan dana tunai dari mesin ATM.

Peluncuran kembali platform Wokee ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan non-bunga (fee-based income) Bank Bukopin sekitar Rp30 miliar, ujar Adhi Bramantya, Direktur IT dan Pengembangan Binis BBKP di Jakarta, Rabu (21/02/2018) petang.

Adhi mengemukakan, manajemen Bank Bukopin optimistis dapat merealisasikan target penambahan pendapatan non-bunga tersebut. Wokee dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan pembayaran masyarakat melalui proses digitalisasi.

Platform tersebut bakal direspons secara positif oleh para nasabah Bank Bukopin seiring dengan perkembangan generasi milenial yang cenderung instan, ujar Adhi.

Pertama kalinya, Wokee diluncurkan pada Desember 2017. Kali ini dilakukkan relaunching (peluncuran kembali) sambil mempromosikan program cashback aktivitas purchase public utilities bagi nasabah yang membeli pulsa telepon maupun voucher listrik melalui Wokee.

Ini adalah salah satu tahapan program aplikasi Wokee Bank Bukopin dalam hal pemasaran. Program cashback ini berlaku dari 1 Februari 2018 sampai dengan 31 Maret tahun ini. Harapan kami, program ini dapat membuat nasabah lebih giat bertransaksi," ujarnya.

Menurut Adhi, langkah menghadirkan layanan berbasis digital tersebut adalah salah satu strategi Bank Bukopin untuk mengantisipasi evolusi bisnis di sektor perbankan saat ini. Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan menyiapkan strategi perbankan digital dan teknologi finansial (fintech)," ujarnya.

Adhi menjelaskan, selain terfokus pada bisnis dengan capital charge rendah, peluncuran itu adalah bagian dari program strategis yang dipersiapkan Bank Bukopin untuk melakukan optimalisasi bisnis dalam hal memproses kredit, meningkatkan CASA, merekomposisi sumber pendanaan dan meningkatkan fee based income.

Menurut Adhi, teknologi digital dapat menghemat biaya operasional, seperti keberadaan kantor fisik untuk pembukaan rekening, yang dapat mengurangi biaya overhead. Disamping itu, layanan digital tersebut diharapkan mampu menggenjot kinerja perseroan dari sisi penghimpunan dana.

Paling tidak, melalui dengan digital tersebut, manajemen Bank Bukopin menargetkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh sekitar 10% pada tahun ini, tukas Adhi.

Penggunaan aplikasi Wokee dapat meningkatkan transaksi nasabah Bank Bukopin serta mendorong pendapatan non-bunga (fee based income). Karena itu, kami targetkan paling tidak DPK dan fee based income dapat naik 10% pada tahun ini lewat bantuan Wokee, tutur Adhi.

Di samping itu, demikian Adhi, melalui Wokee, Bukopin menargetkan penambahan nasabah sebanyak 200.000 akun baru, khususnya dari generasi milenial pada tahun ini. Sejak diluncurkan pada akhir Desember 2017 hingga saat ini, sudah ada 3.000 akun baru yang menggunakan Wokee. Kedepan, diharapkan minimal ada 200.000 akun baru, tukas Adhi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →