Hari ini, Penurunan IHSG Diperkirakan Bakal Berlanjut

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 08:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal melanjutkan tren penurunan pada perdagangan hari ini setelah terpangkas 0,04% ke posisi 6.591 pada di akhir perdangangan pada akhir pekan lalu.

Demikian diungkapkan, Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Senin (19/02/2018).

“Penurunan ke posisi 6.591 tersebut menunjukkan kekuatan indeks untuk mempertahankan titik support di kisaran 6.569-6.581. Hari ini indeks diprediksi berada di kisaran support 6.554-6578 dan kisaran resistensi di 6.614-6.621,” ujar Reza.

Secara teknikal, demikian Reza, pergerakan IHSG sebelumnya sempat tertahan yang ditandai dengan candle merah pada gambar grafik MACD. Itu menunjukkan adanya potensi pembalikan arah, yakni penurunan, jika sentimen yang ada di pasar saa tini kurang kuat untuk mempertahankan IHSG.

Kendati demikian, Reza berharap aksi beli masih dapat berlanjut di BEI, sehingga tren kenaikan IHSG dapat terus bertahan. “Akan tetapi, para pelaku pasar masih harus terus mewaspadai aksi profit taking yang berpotensi menahan kenaikan indeks,”imbu Reza.

Reza menuturkan, adanya potensi penurunan IHSG lanjutan pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka, yaitu saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua unggulan.

Disamping itu, Reza merekomendasikan saham-saham yang dapat ditransaksikan pada perdagangan hari ini, yaitu saham-saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →