Penjualan Motor di Pasar Domestik Turun 8,4% pada 2016

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 12 Januari 2017 - 08:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Penjualan motor di pasar domestik turun 8,4% menjadi 5,931 juta unit pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 6,480 juta unit. Pencapaian penjualan motor pada tahun lalu tersebut sedikit lebih rendah dibanding target yang ditetapkan sebanyak 6 juta unit.
 
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/01/2017), Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asossiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan, penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat seiring dengan masih melemahnya pertubuhan ekonomi nasional. Pelemahan daya beli masyarakat tersebut sangat terasa di awal-awal 2016 sehingga penjualan motor pada bulan-bulan berikutnya menghadapi kesulitan untuk naik.
 
Menurut data AISI, penjualan motor pada Desember 2016 turun 16% menjadi 437.764 unit, dibanding Desember 2015 sebanyak 520.400 unit. Jika dibandingkan pada November 2016 sebanyak 570.923 unit, maka penjualan pada Desember 2016 tersebut susut 23%.
 
Honda masih menguasai pangsa pasar, yaitu sebesar 74%, dengan total penjualan sebanyak 4,380 juta unit pada 2016. Yamaha berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 23,5% dan total penjualan sebanyak 1,394 juta unit. Kemudian diikuti oleh Kawasaki sebanyak 97.622 unit, Suzuki 56.824 unit, dan TVS 1.873 unit.
 
Sigit menandaskan, penjualan motor di pasar domestik pada tahun ini ditargetkan antara 6,1-6,2 juta unit. Namun pada awal tahun ini, industri sepeda motor susah pesimistis karena kondisi masih berat seiring munculnya peraturan kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor (STNK dan BPKB). Aturan itu diberlakukan untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →