Pemerintah Terus Genjot Pendidikan Indonesia di Daerah 3T
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kondisi pendidikan di Indonesia memang semakin tahun semakin membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Perwakilan dari Kemendikbud selaku Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Khamim menyampaikan beberapa program pendidikan di Indonesia oleh Kemendikbud dalam acara panel diskusi Quipper Indonesia: Melangkah Maju dengan Teknologi dan Pendidikan pada Senin (12/2) kemarin di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Adapun program pendidikan oleh Kemendikbud, yakni Program Pemerataan Akses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mencakup mulai dari penyediaan bantuan operasional sekolah untuk Pendidikan Dasar dan Menengah melalui dana BOS, bantuan biaya personal bagi siswa dari keluarga miskin melalui PIP (Program Indonesia Pintar) dan memberikan perhatian lebih besar pada daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) berupa prioritas pembangunan Pendidikan Dasar dan Menengah, pembangunan Sekolah Berasrama, Sekolah Garis Depan dan SMP/SMA Terbuka.
“Sampai saat ini, kami terus kejar dari posisi terakhir di tahun 2013 berdasarkan data dari Pusat dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan pada posisi 81,95% anak-anak mulai dari usia 6 sampai 12 di tingkat Sekolah Dasar (SD, usia 13 sampai 15 di tingkat SMP, dan usia 15 sampai 18 di tingkat SMA/SMK yang tidak dapat meneruskan sekolah”, ungkap Khamim.
Melalui Program Pemerataan Akses ini, Pemerintah membangun pendidikan di Indonesia mulai dari daerah 3T agar bisa menjembatani anak-anak yang tinggal di daerah 3T bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Itje Chodijah, selaku Pakar Pendidikan ikut berkomentar, “Ketika kita berbicara tentang pemerataan, tentu aja kita tidak hanya berbicara Pemerintah di pusat, tapi juga Pemerintah di daerah, yang juga mestinya ikut mendukung dengan penuh semangat untuk memajukan pendidikan di daerahnya, khususnya daerah yang mempunyai kesulitan geografis, yang menuntut untuk bekerja lebih berat lagi”.