Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Turun ke Posisi 6.472

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 09 Februari 2018 - 12:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 1,1% atau 73 poin ke posisi 6.472 di akhir sesi pertama perdagangan Jumat (09/02/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan satu hari sebelumnya di level 6.544.

Sepanjang sesi pertama hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.466-6.501. Sebanyak 270 saham mengalami penurunan harga. Disamping itu, sebanyak 81 saham mengalami penurunan harga, 91 saham stagnan dan 172 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi di ketiga segmen pasar BEI mencapai Rp4,23 triliun. Itu terdiri dari transaksi di Pasar Reguler senilai Rp3,57 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp665,32 miliar dan Rp1,23 miliar.

Total volume perdagangan mencapai sebanyak 66,04 juta lot, hasil dari 180.786 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) senilai Rp859,30 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 2,62 juta lot.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor keuangan mengalami penurunan terdalam, yaitu 0,46% atau 5,43 poin ke posisi 1.178. Kemudian diikuti oleh indeks sektor agrikultur dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing turun 0,52% dan 1,09%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah INDY yang harganya turun 5,15% atau Rp220 menjadi Rp4.050 per unit, TPIA yang harganya susut 4,22% atau Rp250 juta menjadi Rp5.675 per unit dan ADRO yang harganya tergerus 4,13% atau Rp100 menjadi Rp2.320 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah MYRX yang harganya naik 3,48% atau Rp4 menjadi Rp119 per unit dan UNVR yang harganya meningkat 0,09% atau Rp50 menjadi Rp54.425 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →