Energi Mega Persada Bakal Masuk ke Bisnis Petrokimia

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 08 Februari 2018 - 19:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), produsen minyak dan gas (migas) yang dikendalikan Bakrie Group, melakukan kerja sama dengan Reignwood International Investment Group untuk mendirikan pabrik yang memproduksi purified terephthatic acid (PTA).

Untuk itu, manajemen ENRG telah menandatangani memorandum of agreement (MOA) untuk pendirian fasilitas pabrik yang memproduksi purified terephthatic acid (PTA) dengan Reignwood International Investment Group.

Reignwood adalah pemilik Red Bull, yaitu bisnis minuman berenergi di Cina. Perusahaan yang dikendalikan oleh taipan Cina asal Thailand, Chanchai Ruayrungrua, tersebut juga merupakan pemilik saham ENRG.

Sementara itu, alasan ENRG masuk ke bisnis petrokimia tersebut karena harga komoditas minyak dan gas saat ini sangat berfluktuasi, sehingga manajemen perseroan terus berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha.

“PTA adalah bahan baku utama dalam pembuatan polyester. Kami akan mendirikan dua pabrik. Kedua pabrik tersebut rencananya berkapasitas produksi 1,6 juta ton PTA per tahun,” ujar Imam P Agustino, Direktur Utama ENRG, di Jakarta, baru-baru ini.

Imam mengemukkan, kinerja keuangan ENRG diharapkan dapat lebih stabil setelah perseroan masuk ke bisnis petrokimia. Itu adalah salah satu upaya dalam divesifikasi bisnis perseroan. Manajemen ENRG saat ini sedang mencari sumber pembiayaan berbunga rendah dari beberapa bank d Cina untuk membiayai proyek tersebut.

“Nilai investasi awal di proyek tersebut diperkirakan US#600 juta. Itu sudah termasuk keperluan tanah, instalasi, pekerjaan sipil, pekerjaan listrik dan mekanik serta berbagai biaya lain hingga tuntas. Kami berharap, transaksi proyek ini akan selesai tahun ini juga,” pungkas Imam. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →