Sepanjang Tahun 2017, Total Penjualan Industri Semen di Indonesia Capai 69,2 Juta Ton

Oleh : Ridwan | Selasa, 06 Februari 2018 - 10:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Semen Indonesia (ASI) melansir total penjualan industri semen di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 69,2 juta ton. Angka tersebut naik 9,5 persen jika dibandingkan tahun 2016 yang hanya 63,2 juta ton.

Dari total penjualan tersebut, konsumsi domestik mencapai 66,3 juta ton. Naik 7,6 persen dibandingkan total penjualan tahun 2016 sebesar 61,6 juta ton.

Konsumsi semen terbesar masih berada di Pulau Jawa yang mencapai 37,4 juta ton. Angka ini naik 12 persen dibandingkan total konsumsi pada tahun 2016 yang hanya 33,4 juta ton.

Peningkatan semen yang cukup tinggi terjadi di Nusa Tenggara sebanyak 5,5 persen. Konsumsi pada 2017 mencapai 3,7 juta sementara pada tahun 2016 konsumsi hanya 3,5 juta ton.

Sementara itu, ekspor Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan yaitu mencapai 82,7 persen. Tahun 2017, Indonesia mengeskspor 2,9 juta ton semen sedangkan pada 2016 Indonesia hanya mengekspor 61,6 juta ton semen.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri semen merupakan salah satu andalan penopang perekonomian nasional karena dasar dari pembangunan fisik adalah semen dan baja.

"Dalam tiga tahun terakhir terjadi ekspansi yang luar biasa dari industri semen sehingga kapasitas produksinya berlebih," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong dibangunnya beragam infrastruktur sehingga diharapkan industri semen bisa mengambil peluang ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan, salah satu tantangan industri semen adalah bagaimana beroperasi dengan lebih efisien apalagi saat ini sudah tidak ada larangan untuk membuka pabrik baru.

"Oleh karena itu, ia juga mendorong dilakukan efisiensi dari sisi biaya produksi seperti menggunakan tenaga listrik dari pembangkit sendiri yang bersumber dari energi batu bara," ujarnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →