BI Yakin Inflasi Pada Level 3,5 Persen di 2018

Oleh : Wiyanto | Jumat, 02 Februari 2018 - 12:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Indonesia (BI) memperkirakan, ke depan inflasi diperkirakan tetap berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5%±1% (yoy).

Junanto Herdiawan Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI mengatakan, koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat.

"Penguatan terutama sebagai antisipasi risiko meningkatnya inflasi volatile food serta kemungkinan penyesuaian harga beberapa komoditas di kelompokadministered prices," kata dia di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Dikatakan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2018 tetap terkendali dalam kisaran sasarannya. Inflasi IHK pada Januari 2018 mencapai 0,62% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,71% (mtm).

Secara tahunan, inflasi IHK tercatat 3,25% (yoy) atau berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5%±1% (yoy). Terkendalinya inflasi dipengaruhi terutama oleh administered prices  yang deflasi dan inflasi inti yang tetap terkendali, di tengah inflasi volatile food yang meningkat.

Inflasi inti tetap terjaga tercatat sebesar 0,31% (mtm), meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 0,13% (mtm). Beberapa komponen yang memengaruhi inflasi inti ialah emas perhiasan, upah pembantu rumah tangga, nasi dengan lauk, dan tukang bukan mandor. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,69% (yoy), melambat dari bulan lalu sebesar 2,95% (yoy).

Perkembangan positif inflasi inti tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan mengarahkan ekspektasi inflasi.

Kelompok administered prices mengalami deflasi seiring normalisasi tarif angkutan setelah musim liburan. Kelompok administered price mengalami deflasi sebesar 0,15% (mtm), menurun dibandingkan bulan lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm). Deflasi terutama didorong oleh normalisasi tarif pesawat udara dan kereta api pasca libur Natal dan Tahun Baru 2018. Secara tahunan, komponen administered prices mencatat inflasi sebesar 5,82% (yoy).

Inflasi kelompok volatile foodmeningkat dari bulan lalu terutama didorong oleh harga beras. Inflasi volatile food tercatat sebesar 2,58% (mtm), meningkat dibandingkan dengan kondisi bulan lalu sebesar 2,46% (mtm). Angka inflasi ini lebih tinggi dari rata-rata inflasi volatile food bulan Januari empat tahun terakhir sebesar 1,63% (mtm). Inflasi terutama bersumber dari komoditas beras, daging ayam ras, ikan segar, cabai rawit, dan cabai merah. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat 2,62% (yoy).

 

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →