BI Buka Peluang Bikin Rupiah Digital
INDUSTRY.co.id, Jakarta -Bank Indonesia (BI) tampaknya mulai melirik teknologi blockchain yang menjadi teknologi dasar beroperasinya bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Melalui teknologi ini, tak menutup kemungkinan mata uang rupiah fisik yang diedarkan BI selama ini, berubah menjadi digital.
Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Susiati Dewi mengatakan, teknologi itu mulai diiujicobakan BI pada tahun ini. Tujuannya, untuk mengefisiensikan industri sistem pembayaran.
"Suatu saat mungkin saja uang fisik yang kami edarkan menjadi digital. Serang belum. Semua negara di dunia belum ada yang merilis," kata Susi akhir pekan lalu.
Dengan demikian, virtual currency ini akan dijamin dan diakui oleh negara-negara lain.
Tak hanya itu, berbeda dengan virtual currency yang diterbitkan oleh sejumlah perusahaan, aset yang menjadi dasar transaksi virtual currency BI lebih jelas. Susi juga bilang, pola perhitungan peredarannya juga akan disesuaikan dengan kondisi saat ini, seperti halnya peredaran uang rupiah yang memperhitungkan inflasi yang terjadi.
Bank Sentral Singapura yang pertama kali menerapkan teknologi tersebut untuk sistem Real Time Gross Settlement-nya (RTGS). Sayangnya, "Mereka bilang teknologinya masih belum stabil," tambah Susi.
Teknologi blockchain sendiri rencananya akan diadopsi oleh bank sentral-bank sentral di dunia. Dengan demikian, bank sentral-bank sentral nantinya akan memiliki central bank virtual currency atau central bank digital currency.
Virtual currency sendiri saat ini memang baru diterbitkan oleh sejumlah swasta. BI mencatat, terdapat 1.490 virtual currency atau cryptocurrency yang berkembang hingga saat ini, termasuk Bitcoin.