Pekan Ini, IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.700

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 29 Januari 2018 - 08:42 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal terus melanjutkan penguatannya dan berpotensi menembus level 6.700 pada pekan ini. Demikian diungkapkan, M. Nafan Aji Gusta Utama, analis PT Binaartha Sekuritas.

“Setelah di tutup pada posisi 6.660 pada akhir pekan lalu, menurut MACD, IHSG pada pekan ini masih berada di zona positif, dimana indeks Stochastic dan RSI menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought),” ujar Nafan, di Jakarta, Sabtu (27/01/2018).

Lebih lanjut, Nafan menjelaskan, menurut daily pivot Bloomberg, titik support pertama dan kedua IHSG berada di posisi 6.625 dan 6.589. Sedangkan titik resistance pertama dan keduanya berada di level 6.686 dan 6.712.

Disamping itu, demikian Nafan, pola long white opening marubozu terlihat jelas. Itu mengindikasikan adanya potensi berlanjutnya penguatan (bullish continuation) pergerakan IHSG pada pekan ini. Dengan demikian, IHSG berpotensi menyentuh level 6.687 dan 6.713.

Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat, 26 Januari 2018, IHSG ditutup naik 0,68% ke posisi 6.660. Itu disertai dengan aksi pembelian bersih saham (net buying) yang dilakukan investor asing bernilai Rp696 miliar. Sepanjang 2018 ini, investor asing telah melakukan net buying senilai Rp4,77 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →