Pengolahan Ikan Segar Diharapkan Topang Peningkatan Industri Perikanan Hingga 2019

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 22 Januari 2018 - 13:34 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sektor industri pengolahan ikan segar diharapkan dapat menopang pencapaian target pertumbuhan sektor industri perikanan sebesar 13% hingga 2019. Pasalnya, sektor ini memiliki nilai tambah yang tinggi dibandingkan sektor perikanan lainnya.

“Target pertumbuhan industri perikanan itu ditetapkan untuk mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan,” ujar Panggah Susanto, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian di Jakarta, baru-baru ini.

Panggah mengemukakan, pengembangan industri pengolahan perikanan ini juga ternasuk pengolahan udang dan industri pengalengan ikan. Ini adalah salah satu upaya penguatan sektor maritim seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Panggah menuturkan, kapasitas produksi ikan beku saat ini telah mencapai 975.000 ton, dengan kapasitas produksi terbesar dikontribuikan oleh produksi udang beku sebanyak  500.500 ton.

Menurut Panggah, industri pengalengan ikan sardine ditargetkan dapat tumbuh paling tinggi, yaitu sebesar 22% dan kemudian disusul oleh ikan tuna atau cakalang sebesar 13% serta ikan makarel sebesar 6%.

Sementara itu, realisasi produksi ikan tuna atau cakalang pada 2017 diperkirakan mencapai 146.000 ton. Sedangkan realisasi produksi ikan sardine dan makarel masing-masing diprediksi sebanyak 89.700 ton dan 34.000 ton. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →