Bursa Efek Indonesia Kini Sedang Kaji Penyusunan Indeks Global

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 19 Januari 2018 - 08:32 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini sedang mengkaji penyusunan indeks global, yang berisik sejumlah saham yang tercatat di berbagai bursa efek dunia. Kehadiran indeks ini untuk melengkapi keberadaan Indeks LQ45, IDX30 dan Jakarta Islamic Index (JII) di BEI.

“Dengan adanya indeks global tersebut, maka investor nantinya bakal memiliki acuan untuk melakukan jual-beli saham dalam lingkup global maupun regional,” ujar Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (18/01/2018) petang.

Tito mengemukakan, rencana penyusunan indeks global ini sudah digagas sejak 2017 lalu. Bahkan, pada pertengahan 2017, BEI sudah mencatat penyusunan indeks yang memiliki cakupan kajian yang lebih luas hingga ke pasar regional dan pasar global.

“Hingga kini, kami juga masih melakukan studi dan kajian yang lebih intensif untuk meluncurkan indeks global tersebut pada tahun ini. Kami memang berencana untuk meluncurkan indeks global terebut tahun ini,” papar Tito.

Saat ini, demikian Tito, studi dan kajian mengenai kriteria saham-saham regional dan global yang dijajaki bakal masuk ke dalam indeks global tersebut sudah mulai memasuki tahap pengelompokan.

“Kendati demikian, itu baru tahap awal. Karena itu, kami belum dapat mendefinisikan indeks global tersebut secara spesifik,” jelas Tito.

Meski demikian, menurut Tito, rencana peluncurkan indeks global tersebut bertujuan untuk memperkaya acuan investor terhadap saham-saham yang paling menguntungkan di pasar lokal, regional maupun global.

“Nantinya, untuk peluncuran indeks global ini, BEI akan melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang mengelola indeks global,” pungkas Tito. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →