Pelaksanaan PUPS BRI Syariah Ditargetkan Sebelum Maret 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Januari 2018 - 17:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank BRI Syariah ditargetkan bakal melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebelum Maret 2018. Sebelum melaksanakan PUPS tersebut, Bank BRI Syariah diharapkan dapat masuk ke dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III.

Demikian ditegaskan oleh Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), induk usaha PT Bank BRI Syariah, di Jakarta, baru-baru ini.

“Sebagai induk usaha, Bank BRI akan mendukung rencana BRI Syariah untuk melakukan PUPS. Selain PUPS, Bank BRI juga akan menyetorkan dana untuk tambahan modal BRI Syariah guna mempercepat kenaikan peringkat ke kategori bank kelas menengah,” papar Suprajarto.

Suprajarto menuturkan, Bank BRI akan mempersiapkan dana antara Rp4-5 triliun untuk meningkatkan modal berbagai anak usahanya, salah satunya adalah BRI Syariah.

Rencananya, Bank BRI akan mengalokasikan Rp1 triliun dari dana tersebut dan akan disetorkan untuk penambahan modal BRI Syariah. Karena itu, penambahan modal tersebut dilakukan untuk memperlancar rencana BRI Syariah dalam merealisasikan PUPS.

Sementara itu, Sis Apik Wijayanto, Direktur Kelembagaan Bank BRI, mengungkapkan, hingga kini Bank BRI masih memproses rencana PUPS BRI Syariah tersebut.

Salah satu hal yang masih belum diputuskan adalah terkait dengan besaran saham yang akan ditawarkan kepada investor publik melalui PUPS tersebut.

“Kami ingin tetap menjadi pemegang saham mayoritas di BRI Syariah. Tetapi kami belum memutuskan besaran rasio saham yang akan ditawarkan ke publik, entah 20% atau 30% atau 40%,” ujar Sis Apik.

Rencana PUPS tersebut telah diwacanakan sejak tahun lalu. Bahkan, Bank BRI berharap PUPS tersebut dapat menghimpun dana hingga Rp1 triliiun. Dana itu akan digunakan untuk membiayai penambahan modal bank. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →