Penguatan IHSG Cerminkan Perekonomian Indonesia Saat ini Cukup Kondusif

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Januari 2018 - 10:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kondisi perekonomian yang kondusif saat ini telah mendorong kepercayaan investor untuk terus berinvestasi, terutama di pasar modal Indonesia. Itu diindikasikan oleh tingginya nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana pada Rabu (17/01/2018) mencapai hingga Rp10,23 triliun.

“Kondisi tersebut yang mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencapai titik tertinggi hingga dua kali pada awal tahun ini,” ujar Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, Rabu (17/01.2018) petang.

Tito mengemukakan, disamping itu, tatanan manajemen ekonomi domestik yang membaik turut mendukung optimisme pelaku pasar modal Indonesia. Itu ditandai dengan membaiknya tata kelola fiskal Indonesia, stabilitas kurs rupiah, inflasi yang terkendali, stabilitas politik dan pemimpin negara yang baik.

“Faktor-faktor tersebut yang terus-menerus mendorong kepercayaan para pelaku pasar terhadap pasar modal kita,” tukas Tito di Gedung BEI, Jakarta.

Seperti diketahui, IHSG pada sesi kedua perdagangan Rabu kemarin ditutup ke titik tertinggi barunya sepanjang sejarah, yaitu di level 6.444, atau naik 15 poin (0,23%).

Tito menuturkan, berlanjutnya pergerakan IHSG tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan kinerja para emiten BEI yang sangat signifikan. Kondisi keuangan para emiten saat ini sedang bagus. Itu ditandai dengan rata-rata laba bersih emiten tersebut tumbuh 20%.

“Saya yakin, pertumbuhan kinerja ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil yang dicapai pada tahun ini. Itu tercermin dari kenaikan IHSG. Alhamdulillah mereka percaya, kemarin musibah tetapi tidak mempengaruhi perdagangan,” pungkas Tito. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →