Bangun Tol Salatiga-Kartasura, Waskita Karya Utang Rp1 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Januari 2018 - 09:32 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi bernilai Rp1 triliun. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura sepanjang 32 kilometer (km).

Para kreditur sindikasi yang tergabung dalam pemberian pinjaman sindikasi tersebut adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Bank of Tokyo Mistsubishi UFJ Cabang Jakarta, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Menurut Tunggul Rajaguguk, Direktur Keuangan WSKT, jangka waktu pinjaman tersebut adalah satu tahun dengan tingkat sukubunga sebesar 8,25%. Sedangkan proyek pembangunan ruas tol tersebut diharapkan selesai sebelum Lebaran 2018.

Karena itu, manajemen WSKT menerapkan sistim kerja tiga shift atau 24 jam penuh dalam sehari untuk mengejar penyelesaian proyek tersebut yang ditargetkan pada Juli 2018.

Hingga Desember 2017, pembangunan ruas jalan tol yang termasuk ke dalam segmen Jalan Tol Semarang – Solo Seksi IV dan V ini telah terealisasi sekitar 39,23%, sedangkan pembebasan lahannya sudah mencapai 100%.

Jalan tol Semarang – Solo sepanjang 73 km adalah bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa. Dari total panjang jalan tol itu, ruas sepanjang 35,82 km berada di Kabupaten Semarang. Seksi I rute Semarang-Ungaran dan Seksi II rute Ungaran-Bawen saat ini telah beroperasi.

Sementara itu, seksi III ruas Bawen – Salatiga juga telah selesai dibangun dan mulai beroperasi pada September 2017. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →