Neraca Perdagangan 2017 Diprediksi Tentukan Pergerakan IHSG Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 12 Januari 2018 - 10:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini berkat publikasi neraca perdagangan 2017 Indonesia.

“Neraca perdagangan 2017 Indonesia diperkirakan relatif stabil sehingga akan membuat IHSG begerak bervariasi pada perdagangan hari ini,” ujar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Jumat (12/01/2018).

William mengemukakan, pergerakan IHSG saat ini masih ditopang oleh berlanjutnya aliran modal masuk (capital inflow). Itu adalah salah satu faktor positif yang dapat mendorong kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini.

“Aliran modal masuk ke bursa saham lokal diprediksi akan terus menjaga proses kenaikan IHSG dalam jangka pendek maupun jangka panjang sehingga pola uptrend IHSG dapat terus bertahan,” papar William.

William menjelaskan, IHSG pada perdagangan hari ini masih berpotensi menguat dengan titik support IHSG di posisi 6.189 poin dan titik resistensinya di 6.446 poin. Para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

William merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Disamping itu, demikian William, saham-saham PT Protech Mitra Perkasa (OASA), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga patut dicermati untuk ikut serta ditransaksikan pada perdagangan hari ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →