Saham Perdana JELI Resmi Diperdagangkan, INACO Kantongi Dana IPO Rp239,4 Miliar

Oleh : Candra Mata | Selasa, 07 Juli 2026 - 08:48 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). 

Perseroan melantai di bursa dengan kode saham JELI, menandai babak baru sebagai perusahaan terbuka.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan melepas sebanyak 266 juta saham baru atau setara 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, berada di batas bawah kisaran penawaran awal Rp900–Rp1.120 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Minat investor terhadap saham JELI terbilang sangat tinggi. Pada porsi pooling, IPO ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 273,37 kali dengan melibatkan 630.491 pemesan. 

Capaian tersebut menjadikan IPO JELI sebagai salah satu penawaran saham perdana dengan partisipasi investor ritel terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang 2026.

Pada hari pertama perdagangan, saham JELI dibuka di level Rp900 per saham. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global, Perseroan menilai keberhasilan IPO menjadi langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman mengatakan pencatatan saham di BEI merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.

"Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi Perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujarnya.

Alokasi Dana IPO

Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan melalui empat pos utama.

Sebanyak 56,70% dana akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS untuk belanja modal. 

Investasi tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor yang dinilai menjadi mesin pertumbuhan baru Perseroan.

Selanjutnya, sekitar 10,04% akan dialokasikan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi, termasuk peningkatan kapasitas gudang dan efisiensi logistik.

Sebesar 10,90% akan digunakan untuk membayar sebagian utang jangka pendek, sedangkan 22,36% sisanya dialokasikan sebagai modal kerja guna mendukung operasional dan ekspansi bisnis.

Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, optimistis prospek Perseroan akan semakin kuat setelah resmi menjadi emiten.

"Kami meyakini bahwa pencatatan INACO di Bursa Efek Indonesia hari ini merupakan awal dari babak pertumbuhan baru yang menjanjikan. Dengan fondasi bisnis yang telah terbukti selama lebih dari tiga dekade, strategi ekspansi yang terstruktur, serta momentum efisiensi yang telah menghasilkan perbaikan profitabilitas signifikan, INACO memiliki semua elemen yang diperlukan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. PT Sucor Sekuritas bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan penting ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan perusahaan-perusahaan Indonesia yang berkualitas di pasar modal," katanya.

Profitabilitas Terus Meningkat

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar.

Meski penjualan mengalami penyesuaian sebesar 6,02% pada 2024 dan kembali turun 4,49% pada 2025, Perseroan mampu membalikkan kinerja laba secara signifikan. 

Laba tahun berjalan melonjak 592,50% pada 2024 dan kembali meningkat 235,50% pada 2025.

Kenaikan profitabilitas tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, optimalisasi biaya bahan baku, serta strategi pengembangan portofolio produk dengan margin yang lebih tinggi, sehingga memperkuat fundamental bisnis Perseroan.

Selama lebih dari 30 tahun, INACO terus memperluas bisnis makanan dan minuman berbasis kelapa dengan fasilitas produksi yang berlokasi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.

Produk Perseroan kini telah dipasarkan ke berbagai negara, di antaranya Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global. 

Di sisi lain, Perseroan juga terus mendorong praktik bisnis berkelanjutan melalui pemberdayaan petani lokal sebagai pemasok bahan baku serta penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah operasional.

Ke depan, Perseroan akan memanfaatkan dana IPO untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta menghadirkan inovasi produk guna menangkap peluang pertumbuhan industri fast-moving consumer goods (FMCG) di pasar domestik maupun internasional.

"Dengan dukungan dana hasil IPO, Perseroan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan rencana pengembangan usaha sesuai strategi yang telah ditetapkan. Kami akan terus berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan operasional, dan pengembangan pasar guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan di masa mendatang," tutup Adhi S. Lukman.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →