Hari ini, IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 6.358-6.400

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 12 Januari 2018 - 09:53 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Setelah kemarin naik tipis 0,2% ke posisi 6.386, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini berpotensi terkoreksi. IHSG diprediksi bakal bergerak di kisaran 6.358-6.400 poin.

“Menurut indeks stochastic dan RSI, IHSG kini mengalami jenuh beli (overbought). Kendati demikian, indikator MACD masih menunjukkan posisi IHSG di area yang positif,” ujar Muhammad Nafan Aji Gusta, analis PT Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Jumat (12/01/2018).

Karena itu, demikian Nafan, jika mengalami penurunan di perdagangan hari ini, maka IHSG diprediksi bakal tergerus hingga menyentuh titik support di 6.358-6.329 poin.

Nafan mengemukakan, pergerakan IHSG tampaknya masih akan terus bervariasi. Pada perdagangan kemarin, pergerakan bervariasi tersebut mampu mengangkat IHSG sekitar 0,24% di akhir sesi kedua perdagangan.

Nafan mengungkapkan, dalam kondisi pasar sedemikian rupa, para pelaku pasar diminta untuk mencermati beberapa saham yang masih layak ditransaksikan, diantaranya adalah saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP),

Disamping itu, menurut Nafan, saham-saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM) juga layak dicermati untuk transaksi perdagangan hari ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →