Hari ini, Depresiasi Rupiah Berpotensi Tekan Pergerakan IHSG

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 10 Januari 2018 - 08:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal mengalami penurunan akibat adanya depresiasi rupiah terhadap dolar AS setelah kemarin melemah ke posisi Rp13.428 per dolar.

Depresiasi dolar ternyata menekan IHSG sejak perdagangan kemarin. Bahkan, kenaikan bursa saham Asia tidak mampu menahan penurunan IHSG kemarin, ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Rabu (10/01/2018).

Karena itu, demikian Reza, kendati bursa saham Asia naik, tetapi IHSG tergerus oleh aksi ambil untung para pelaku pasar karena memanfaatkan kenaikan yang terjadi di beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Akibatnya, potensi kenaikan IHSG ke 6.400 turut terhambat.

IHSG pada perdagangan Selasa (09/01/2018) kemarin ditutup turun 0,19% ke posisi 6.373 poin. Sementara itu, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal bergerak di kisaran 6.349-6.386 poin. Aksi ambil untung hendaknya tetap diwaspadai, tukas Reza.

Kendati demikian, menurut Reza, para pelaku pasar dapat memanfaatkan tren penurunan perdagangan hari ini untuk mencermati saham-saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan saham PT Wika Beton Tbk (WTON).

Pendapat serupa dikemukakan Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia. Karena IHSG cenderung melemah, maka para pelaku pasar disarankan untuk melakukan aksi beli terhadap beberapa saham pilihan.

Pada indikator harian, IHSG terlihat kembali berpotensi mengalami penurunan untuk meredakan kondisi jenuh beli (overbought) sebagai upaya melakukan konsolidasi untuk kembali menguat ke level 6.400, papar Yuganur di Jakarta, Rabu (10/01/2018).

Yuganur menuturkan, IHSG bakal dibayang-bayangi oleh aksi jual mendadak. Itu tampaknya bakal menekan IHSG, sehingga pelaku pasar disarankan untuk memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumlasi saham-saham pilihan.

Yugnaur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →