Mendongkrak Produktivitas industri Nasional

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 23 Desember 2017 - 11:58 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Guna mendongkrak produktivitas industri nasional, Kemenperin melakukan pelaksanaan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri, serta program pelatihan berbasis sistem 3in1.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

Kemudian, di tengah perkembangan era digital, Kemenperin mendorong sejumlah industri nasional dapat mengaplikasikan sistem kerja Industri 4.0. Sektor manufaktur yang telah siap menerapkan, di antaranya industri otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman.

Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto dalam satu kesempatan baru-baru ini memastikan, implementasi teknologi pada fase revolusi industri ke-4 saat ini tidak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia, tetapi dapat mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunaan teknologi terkini di industri.

"Masyarakat tidak perlu cemas dengan perkembangan Industry 4.0 karena bisa menambah peluang kerja baru," tegasnya.

Sementara itu, kepada Industry.co.id Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan mengungkapkan, industri manufaktur tidak sebatas pada pendirian dan operasi suatu pabrik.

Dikatakan Johny, ada banyak unsur penting lainnya yang perlu dipertimbangkan secara simultan dan menyeluruh, mulai dari ketersediaan bahan baku yang harus disiapkan secara berkelanjutan.

Selain itu, sumber daya manusia juga menjadi faktor produksi penting yang terus-menerus harus dikembangkan kompetensinya, tidak hanya sekadar bekerja, namun memahami apa yang dikerjakan dan bahkan sampai tingkat menikmati apa yang dikerjakan.

"Apabila tahapan tersebut bisa terjewantahkan dengan target dan proyeksi yang jelas, Kadin Indonesia meyakini kebangkitan industri akan menjadi sesuatu yang riil, tergambar melalui kontribusi sektoral yang semakin optimal bagi pembangunan ekonomi nasional," paparnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Industri pengolahan nonmigas masih memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan III tahun 2017 dengan mencapai 17,76 persen. Kontribusi ini lebih tinggi dibanding sektor lainnya.

Sementara itu, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan III/2017 sebesar 5,49 persen atau di atas dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →