2018, Total Dana Kelolaan BNI Asset Management Ditargetkan Rp25 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 18 Desember 2017 - 18:47 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kuta Bali – Total dana kelolaan (Assets Under Management/AUM) PT BNI Asset Management ditargetkan mencapai Rp25 triliun pada 2018. Sedangkan di akhir pekan kedua Desember 2017, total AUM perseroan tercatat sebesar Rp19,1 triliun.

“Total dana yang kami kelola pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp25 triliun. Untuk mencapai target tersebut, BNI Asset Management akan menambah beberapa produk baru. Salah satunya adalah produk reksa dana saham,” papar Reita Farianti, Direktur Utama PT BNI Asset Management, di Kuta Bali, Jumat (15/12/2017).

Reita menuturkan, produk tersebut diharapkan dapat menambah varuasi berbaga produk reksa dana saham yang dikelola perseroan serta menjadi kontributor dana kelolaan terbesar bagi perseroan.

Disamping itu, demikian Reita, perseroan saat ini sedang memproses dua produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Produk tersebut rencananya juga akan diluncurkan pada 2018.

“RDPT tersebut nantinya bakal melibatkan dana yang berasal dari berbagai proyek infrastruktur BUMN dan anak usahanya. Sementara itu, BNI Asset Management yang mengelola dana tersebut,” papar Reita.

Selain itu, BNI Asset Management juga akan melanjutkan penerbitan reksa dana bursa atau Exchange Traded Fund (ETF) pada tahun depan.

“Sebenarnya, ETF ini diterbitkan pada tahun ini, tetapi untuk lebih mematangkan produk-produk ETF tersebut, maka kami akan meluncurkannya tahun depan. ETF yang kami luncurkan itu diharapkan dapat menyerap dana kelolaan hingga Rp1 triliun,” tutur Reita.

Reita menjelaskan, ETF yang akan diterbitkan pada 2018 itu bakal menjadi produk ETF pertama yang menggunakan indeks internasional, yakni MSCI (Morgn Stanley Capital International-red) Index, sebagai acuannya.

“Itu kami lakukan agar dapat memudahkan investor asing dalam menentukan investasi mereka. Memang kami menyediakan produk ini bagi para investor asing yang ingin berinvestasi ETF di sini,” pungkas Reita. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →