Tahun ini, WTON Siap Kembangkan Bisnis Beton Curah

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 04 Januari 2017 - 12:27 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) akan mengembangkan bisnis beton curah (ready mix) pada tahun ini. Karena itu, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) itu, berencana membangun 10 pabrik pengolahan berbagai bahan baku beton (batching plant) untuk memproduksi beton curah tersebut.

“Kami alokasikan dana investasi sekitar Rp120 miliar untuk membiayai pembangunan kesepuluh batching plant tersebut,” ujar Entus Asnawi, Direktur Keuangan WTON, di Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Entus mengungkapkan, dana investasi untuk membiayai pembangunan batching plant tersebut berasal dari dana belanja barang modal yang dialokasikan WTON untuk tahun ini sebesar Rp682 miliar. Dibanding pada 2016 sebesar Rp425 miliar, maka total alokasi belanja modal WTON untuk tahun ini lebih tinggi 41%.

Menurut Entus, produk-produk beton curah tersebut akan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan di berbagai proyek infrastruktur dan properti. Salah satunya adalah kontrak yang diperoleh WTON untuk proyek tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur. Disamping beton pracetak, WTON dalam proyek tersebut juga membutuhkan beton curah.

Adapun proyek WTON lainnya yang membutuhkan beton curah adalah proyek Podomoro Golf View yang diperoleh perseroan dari pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). ***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →