2018, Sentul City Optimistis Dapat Raih Marketing Sales Rp1,5 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 14 Desember 2017 - 13:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Bogor – Manajemen PT Sentul City Tbk (BKSL) optimistis dapat meraih penjualan pemasaran (marketing sales) berniai Rp1,5 triliun pada 2018 seiring dengan optimisme terhadap pemulihan sektor properti pada 2018.

Marketing sales yang diperoleh Sentul City sepanjang periode Januari-Oktober 2017 tercatat sebesar Rp902 miliar, atau sudah mencapai sekitar 75% dari target marketing sales setahun penuh 2017 sebesar Rp1,2 Triliun.

“Kami sangat optimistis dapat meraih target marketing sales Rp1,5 triliun pada 2018, atau lebih tinggi 20% dibandingkan pada 2017 sebesar Rp1,2 triliun,” ujar Keith Steven Mulyadi, Presiden Direktur BKSL di Sentul, Bogor, baru-baru ini.

Keith mengemukakan, banyak indikator yang menjadi pendorong perkembangan Sentul City di masa depan. Salah satunya adalah penambahan berbagai infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di kawasan hunian di selatan Jakarta tersebut.

“Kedepan, harga tanah di Sentul City bakal menjadi lebih tinggi dibandingkan Tangerang dan Bekasi. Itu karena berbagai penataan yang senantiasa kami lakukan untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penghuni Sentul City,” papar Keith.

Karena itu, demikian Keith, manajemen BKSL bakal mengalokasikan anggaran Rp700 miliar untuk belanja modal pada 2017. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan empat klaster baru sebanyak 361 unit rumah tapak.

“Keempat klaster tersebut rencananya dibangun di atas lahan seluas 200 hektar dan bakal dijual dengan target penjualan sebesar Rp650 miliar,” imbuh Keith. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →