Bancassurance, Tulang Punggung Industri Asuransi Nasional pada 2016

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 04 Januari 2017 - 09:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Sektor industri asuransi nasional menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2016. Itu diindikasikan oleh tingginya pendapatan asuransi jiwa, asuransi umum dan asuransi syariah. Salah satu contohnya, menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan industri asuransi jiwa pada triwulan ketiga 2016 naik 78% menjadi Rp158,65 triliun dibanding periode yang sama 2015 sebesar Rp89,08 triliun.

Menurut Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI, pertumbuhan itu didukung oleh pertambahan distribusi bancassurance, yakni produk asuransi yang ditawarkan melalui layanan perbankan. Pemasaran asuransi melalui bancassurance relatif lebih mudah dilakukan karena pasar yang diincar adalah nasabah perbankan yang lebih memahami beragam jenis jasa keuangan.

“Bahkan, kini sejumlah bank-bank berstatus badan usaha milik negara (BUMN) yang menggaet mitra strategis dengan perusahaan asuransi telah menunjukkan kinerja yang cukup baik,” ujar Hendrisman, Selasa (3/1/2017).

Sementara itu, Kapler Marpaung, pengamat dan praktisi perasuransian di Indonesia, mengungkapkan, kerjasama bank-bank BUMN dengan berbagai mitra strategis di bidang perasuransian menjadi kunci utama bagi pertumbuhan industri asuransi nasional.

Misalnya, demikian Kapler, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), yang dikabarkan sedang mengembangkan bisnis asuransinya melalui anak usahanya di sektor asuransi, Bringin Life. BRI juga sempat berencana meraih mitra strategis untuk mengembangkan produk bancaassurance. Akan tetapi, pada Januari 2016, BRI menunda proses penjualan 40% saham Bringin Life.

Padahal, Hanwa Life Insurance Co., FWD Group dan BNP Paribas Cardif melalui tender sudah mengajukan penawaran harga saham Bringin Life antara US$400-500 juta. Dalam tender tersebut, FWD Group merupakan calon pembeli Bringin Life yang berada di peringkat pertama. Kemudian disusul oleh BNP Paribas Cardif dan Hanwa Life Insurance Co. Akan tetapi, transaksi jual-beli Bringin Life itu hingga kini masih belum menunjukkan kepastian.

Kapler menuturkan, kerjasama dengan mitra strategis dinilai akan membuat kinerja asuransi semakin baik karena perusahaan akan terus tumbuh sehat dan kuat. Jika BRI merealisasikan penjualan 40% saham di Bringin Life ke mitra strategis, maka hal itu dapat mendongkrak kinerja. Pasalnya, market asuransi jiwa di Indonesia masih sangat besar dan perlu ditangani oleh pihak swasta yang memiliki pengalaman yang memadai. ***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →