Sriboga Raturaya Dikabarkan Bakal Gelar PUPS pada Semester I-2018

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 09 Desember 2017 - 10:39 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sriboga Raturaya, operator restoran siap saji Pizza Hut dan Marugame Udon, dikabarkan bakal melakukan menawarkan kepemilikan sahamnya kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (PUPS).

“PUPS yang disebut-sebut bakal diwujudkan pada semester pertama 2018 tersebut diperkirakan akan meraih tambahan modal sekitar Rp2 triliun,” ujar sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya di Jakarta, Jumat (08/12/2017) malam.

Sumber itu menjelaskan, untuk memuluskan rencana PUPS tersebut, PT Sriboga Raturaya saat ini telah menunjuk sejumlah penasihat agar perseroan dapat segera mencatatkan dan memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Euromonitor International, sebuah kantor konsultan bisnis, menyatakan, Pizza Hut merupakan produk pizza terpopuler di Indonesia. Karena itu, Pizza Hut menguasai 70% pangksa pasar bisnis pizza di Indonesia. Kemudian diikuti oleh Domino Pizza dengan pangsa pasar sebesar 6,1%.

Jika benar PT Sriboga Raturaya akan menggelar PUPS pada semester pertama 2018 mendatang, maka pelaksanaan PUPS tersebut tampaknya hampir bersamaan dengan pelaksanaan PUPS operator rumah sakit Hermina Hospital Group dan produsen makanan ringan GarudaFood Group.

Banyak pihak yang berpendapat, bahwa ketiga PUPS tersebut bakal dapat kembali membantu menggairahkan kegiatan PUPS di BEI pada tahun depan. Pasalnya, nilai PUPS pada 2017 ini turun 30% menjadi tinggal US$683 juta dibandingkan pada 2016 sebesar US$1,03 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →