Mobil Listrik Suatu Keniscayaan Jangka Panjang

Oleh : Wiyanto | Kamis, 07 Desember 2017 - 08:21 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Semarang-Toyota Astra Motor (TAM) memandang produksi listrik yang dicharger membutuhkan infrastruktur pendukung seperti pengisian ulang listrik, untuk jangka panjang.

PR Manager TAM Rouli Sijabat mengatakan,  melihat mobil listrik sebagai Industri masa depan. Hanya, untuk menuju ke sana, perlu ada kesamaan definisi tentang mobil berbasis setrum tersebut. Baik itu pelaku Industri, asosiasi, regulator dan seluruh elemen terkait dalam industri mobil listrik.

“Kami tidak anti mobil berbasis batrai. Mobil listrik sebuah sebuah keniscayaan. Tetapi, perlu sebelum masuk pasar mobil listrik harus dipertimbangkan aspek secara holistik. Soal regulasi, pasar, untung rugi dan pastinya tidak ujug-ujug,” tutur dia, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Rabu (6/12/2017).

Karena itu bilang Rouli untuk menuju murni mobil listrik banyak langkah yang harus dilalui. Baik menyangkut industri, baterei, bahan baku baterei, infrastruktur pengisian dan sejumlah tahapn lain berkenaan dengan mobil listrik.

Rouli menyebut Toyota sejatinya telah masuk mobil listrik edisi 1981 silam. Kala itu, perusahaan masuk melalui penerapan secara hybrid. Mengandalkan mengandalkan tenaga kombinasi antara mesin dan  bertenaga baterei.


“Cara kerjanya, saat mobil berjalan sepenuhnya mengandalkan tenaga dari baterei. Nah, ketika butuh tenaga lebih banyak, mesin ikut menyuplai. Cuma memang model hybrid tidak bisa diisi saat berada di rumah,” ulas Rouli.

Selanjutnya transpormasi mobil hybrid model plug in (colokin). Model hybrid jenis ini, baterei mobil selain diisi melalui mesin, juga bisa di charger (pengisian baterei) saat berada di rumah,” tukasnya.

 

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →