Toyota Resmikan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta

Oleh : Ridwan | Senin, 06 Juli 2026 - 21:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama Rekosistem meresmikan Waste Station Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah anorganik yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di Ibu Kota.

Fasilitas yang berlokasi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat ini diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam rangkaian acara Jakarta Eco Future Festival.   Kehadiran Waste Station menjadi bagian dari komitmen Toyota dalam mendukung target pemerintah menuju net zero carbon emission, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan daur ulang sampah.   President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama mengatakan, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.   "Kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta merupakan bagian dari komitmen Toyota untuk berkontribusi secara nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya," kata Takuya Yokohama.   Menurutnya, kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rekosistem diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.   Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta merupakan kelanjutan dari kerja sama Toyota dan Rekosistem yang sebelumnya telah hadir di Golf Island Pantai Indah Kapuk (PIK) serta Mall of Indonesia.   Melalui program Toyota Berbagi, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang berfokus pada kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satunya melalui upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah anorganik, mulai dari proses pemilahan hingga daur ulang yang lebih terukur.   Fasilitas baru ini juga diklaim sebagai Sustainability Living Lab pertama yang tak sekadar menjadi lokasi pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga pusat edukasi mengenai pentingnya ekonomi sirkular.   Melalui konsep tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), hingga mengetahui bagaimana sampah anorganik dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai.   Dengan potensi mencapai sekitar 10.000 pengunjung setiap harinya di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.   Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak.   "Toyota percaya bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan bersama antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat. Kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi model edukasi dan pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat," ujar Jap Ernando Demily.   Ke depan, Waste Station diharapkan menjadi contoh sinergi sektor publik dan swasta dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Jakarta maupun Indonesia.
Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →