Kerja Sama dengan Sumitomo, BKSL Kembangkan Apartemen di CBD Sentul City

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 06 Desember 2017 - 09:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana mengembangkan apartemen di pusat kawasan bisnis (Central Business District/CBD) di kawasan Sentul City, Bogor. Penjualan aparteman di CBD Sentul City tersebut ditargetkan mencapai Rp2 triliun.

“Untuk mendukung rencana itu, kami membuat perusahaan patungan (joint firm) dengan Sumitomo Corporation. Perusahaan patungan itu akan menjalankan usaha pengembangan properti yang inovatif, ramah lingkungan dan bertaraf internasional di CBD Sentul City,” papar Keith Steven Muljadi, Direktur Utama BKSL, di Jakarta, Senin (05/12/2017).

Keith mengemukakan, untuk tahap pertama, perusahaan patungan tersebut akan mengembangkan tiga menara apartemen yang diharapkan akan topping off pada triwulan ketiga 2018.

Menara apartemen seluas 500.000 meter persegi tersebut akan dibangun di CBD Sentul City di atas lahan seluas 7,8 hektar. Di pusat kawasan bisnis itu, BKSL mengembangkan pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, empat menara apartemen, satu gedung perkantoran dan satu hotel bintang lima.

Saat ini, BKSL sudah mengembangkan satu menara apartemen yang diberi nama Saffron Tower. Sementara itu, pembangunan ketiga menara apartemen yang lainnya akan dilakukan bersama Sumitomo.

Pusat perbelanjaan AEON Mall Sentul City seluas 103.000 meter persegi akan melakukan topping off pada Desember 2017 dan akan dioperasikan secara penuh pada akhir 2018. AEON Mall Sentul City ditargetkan bakal dikunjungi 2 juta pengunjung per bulan atau 24 juta pengunjung per tahun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →