Pertamina Bangun PLTS Senilai Rp67 Miliar

Oleh : Ridwan | Selasa, 05 Desember 2017 - 11:33 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Pertamina (Persero) membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total sebesar 4 MWp (megawatt peak) dengan nilai investasi sekitar Rp67 miliar.

Pengembangan enegi baru dan terbarukan dengan melakukan Penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Badak NGL dengan PT Pertamina Power Indonesia, berdasarkan data yang diterima Antara di Jakarta, Senin(4/12/2017)

Kesepakatan bersama ditandatangani oleh Presiden Direktur PT Badak NGL, Didik Sasongko dan Direktur PT Pertamina Power Indonesia, Ginanjar. Perjanjian Kesepakatan Bersama (KB) dengan total 4 MWp tersebut dilakukan melalui dua KB di tahun 2017.

KB pertama untuk kapasitas 1 MWp dan KB kedua untuk kapasitas 3 MWp yang ditandatangani pada November 2017 ini.

"Listrik yang dihasilkan dari PLTS diperuntukan guna membantu memenuhi kebutuhan listrik di area Badak di Bontang, Kalimantan Timur," kata Ginanjar.

Ginanjar juga mengatakan bahwa pengembangan PLTS menunjukan komitmen dan bentuk perwujudan kerja sama sinergi antara sesama anak perusahaan pertamina dalam pengembangan energi baru dan terbarukan sebagaimana yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Komitmen Pertamina dalam bisnis energi baru terbarukan telah dibangun sejak tahun 1982 dengan pengembangan pembangkit listrik panas bumi, pada tahun 2017 kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi telah mencapai 587 MW.

Penandatanganan tersebut juga sekaligus merupakan bentuk perwujudan kerja sama sinergi sesama anak perusahaan Pertamina, kata Ginanjar.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →