SAME Ubah Piutang Jadi Penyertaan Saham di Dua Anak Usaha

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Januari 2017 - 13:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), emiten pengelola rumah sakit Omni, mengubah piutang perseroan menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) di kedua anak usahanya, yakni PT Sarana Meditama Anugerah (SMA) dan PT Sarana Meditama Nusantara (SMN).
 
Menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/12/2016), SMA, yang 99,99% sahamnya dikuasai perseroan, memperoleh penambahan penyertaan modal sebanyak 125.000 lembar saham bernilai Rp125 miliar. Setelah tindakan korporasi itu, maka total modal disetor SMA melonjak dari Rp10 miliar menjadi Rp135 miliar.
 
Hal serupa juga dilakukan kepada SMN yang 99,99% sahamnya juga dimiliki perseroan. Dalam transaksi tersebut, SMN menerima penambahan penyertaan modal sebanyak 25.000 saham bernilai Rp25 miliar. Dengan demikian, setelah transaksi tersebut, maka total modal disetpr SMN meningkat dari Rp10 miliar menjadi Rp35 miliar.
 
Selain sebagai pengelola rumah sakit Omni, SAME juga mengoperasikan klinik, poliklinik, Balai Pengobatan, Rumah Sakit Spesialis dan Poliklinik Spesialis (Rumah Sakit atau Poliklinik Mata, THT, Kulit, Jiwa, Paru-paru, Kanker) serta pelayanan penunjang kesehatan lainnya, seperti Laboratorium, Sanatorium serta Rumah sakit bersalin.
 
Sekitar 84,53% kepemilikan saham di SAME dikuasai oleh PT Omni Health Care dan sisanya dimiliki investor publik. Harga tertinggi SAME pada 2016 mencapai Rp3.015 per saham. Itu terjadi pada 28 April 2016. Adapun harga terendahnya adalah Rp2.510 per saham pada 13 Oktober 2016. ***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →