Bank Indonesia Efisiensikan Sistim Pembayaran Interkoneksi

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 04 Desember 2017 - 21:24 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bank Indonesia (BI) melakukan efisiensi di bidang sistim pembayaran interkoneksi dengan meluncurkan sebuah platform bernama Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau disebut juga sebagai National Paymen Gateway (NPG).

Platform tersebut nantinya dapat memangkas biaya pembayaran interkoneksi, sehingga menjadi lebih murah. Selain itu, seluruh transaksi pembayaran melalui platform tersebut dapat dilakukan secara domestik sehingga sistim tersebut dinilai menjadi lebih aman, lebih cepat dan efisien.

Selama ini, proses pembayaran interkoneksi domestik masih terjadi di luar negeri. Pasalnya, sektor perbankan Indonesia masih menggunakan platform yang merupakan produk luar negeri untuk menjalankan sistim pembayaran interkoneksi tersebut.

“Proses pembayaran interkoneksi sebelumnya dilakukan di luar negeri kemudian di-routing kembali ke Indonesia sehingga tidak efisien. Pasalnya, masih ada biaya yang haru dibayar untuk jasa pemrosesan seperti itu,” papar Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (04/12/2017).

Agus menjelaskan, untuk saat ini, proses pembayaran interkoneksi seperti itu sudah tidak efisien lagi karena sekitar 80% justru terjadi di dalam negeri dan sisanya 20% di luar negeri.


 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →